5 Teknologi Utama untuk Mempelajari Otak

Teknologi -Dipublikasikan oleh Japanusasinergi pada 22 January 2021




Otak manusia salah satu misteri yang paling menarik sepanjang sejarah. Ribuan tahun yang lalu diketahui bahwa misteri itu ada di otak di mana pikiran, perasaan, sensasi subjektif dan kesadaran diri muncul. Selain itu, kumpulan organ ini sangat kompleks sehingga sampai saat ini seseorang yang ingin mempelajarinya hanya dapat melakukannya secara pasif dan tidak langsung. Hal tersebut diwujudkan dengan cara memeriksa otak orang yang sudah meninggal dan mencoba menghubungkan berbagai gejala dengan anatomi mereka yaitu organ saraf.

 

Dengan teknologi apa otak dan sistem saraf dipelajari?

Sayangnya. kita tidak dapat membandingkan informasi mengenai otak orang yang telah meninggal dengan seseorang yang masih hidup. Otak orang meninggal tidak diperuntukkan dalam diagnosis perawatan pasien. Untungnya, sekarang telah tercipta teknologi yang memungkinkan untuk melihat anatomi otak orang yang hidup dan sadar bahkan dapat  digunakan untuk mempelajari operasi dan aktivitas otak secara nyata.

Teknik baru yang digunakan untuk merekam aktivitas otak meliputi enceplography (EGG), computerized axial tomography (CAT), positron emission tomography (PET), angiogram dan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fRMI). Selanjutnya, kita akan membahas karakteristik masing-masing sistem ini.

 

1. Electroencephalography (EEG)

Electroencephalography atau yang selanjutkan akan disebut EEG adalah metode pertama yang dikembangkan untuk "membaca" aktivitas otak, yaitu pola pembakaran listrik yang melewati otak. Teknik ini relatif sederhana dengan cara meninggalkan elektroda tetap pada kulit kepala orang tersebut sehingga mereka menangkap impuls listrik yang berada tepat di bawahnya untuk mengirim informasi ke mesin. Mesin akan mengumpulkan data dan mengekspresikan dalam bentuk garis dan puncak aktivitas berupa plotter grafis. Teknik ini hampir mirip dengan cara kerja seismograf yang berfungsi untuk mengukur intensitas gempa bumi bekerja. Catatan aktivitas ini disebut encephalogram.

EEG sangat sederhana dan serbaguna sehingga dapat digunakan untuk mengukur aktivitas beberapa neuron atau area yang lebih besar dari korteks serebral. Hal ini banyak digunakan untuk mempelajari kasus epilepsi serta gelombang otak tidur. Namun, karena tidak terlalu tepat, maka tidak memungkinkan untuk kita mengetahui persis bagian otak mana yang memulai aktivitas otak.

 

2. Computerized axial tomography (CAT scan)

The computed axial tomography (CAT) memberi gambaran tentang anatomi otak dilihat dari berbagai sudut, tetapi bukan dari aktivitasnya. Pada dasarnya, teknik ini berfungsi untuk mempelajari bentuk dan proporsi bagian-bagian berbeda dari otak pada waktu tertentu.

 

3. Positron emission tomography (PET)

PET merupakan teknik semacam tomografi yang berfungsi untuk mempelajari aktivitas otak di area tertentu, meskipun secara tidak langsung. Untuk menerapkan teknik ini, sedikit zat radioaktif disuntikkan ke dalam darah orang yang akan meninggalkan jejak radiasi di mana ia lewat. Kemudian, beberapa sensor akan mendeteksi area yang memonopoli radiasi lebih besar yang mungkin menunjukkan bahwa area ini menyerap lebih banyak darah. Layar akan menunjukkan gambar otak dengan area yang terindikasi.

 

4. Angiogram

Angiogram terlihat hampir mirip dengan PET. Perbedaannya terletak pada zat yang disuntikkan ke dalam darah. Dalam angiogram, zat semacam tinta akan disuntikkan ke dalam darah. Selain itu, tinta tidak terakumulasi untuk sementara di area yang paling aktif di otak. Nantinya hal tersebut akan  bertentangan dengan apa yang terjadi dengan radiasi dan akan terus beredar melalui pembuluh darah hingga menghilang sehingga tidak memungkinkan untuk mendapatkan gambar otak, aktivitas otak, dan anatomi otak. Teknik ini secara khusus digunakan untuk mendeteksi area otak yang sakit.

 

5. Magnetic resonance imaging (MRI dan fMRI)

MRI dan fMRI adalah dua teknik studi otak paling populer dalam penelitian yang berkaitan dengan psikologi dan neurosains. Operasinya didasarkan pada penggunaan gelombang radio dalam medan magnet di kepala orang yang bersangkutan. Namun, teknik ini tetap saja memiliki keterbatasan dalam penggunaannya. Biaya merupakan komponen utama yang terlihat jelas. Biaya mesin untuk melakukan MRI dan fMRI cukup mahal. Selain itu perlu adanya ruang yang disediakan untuk klinik serta seseorang yang berkualifikasi tinggi untuk melakukan MRI dan fMRI. Selain itu, informasi yang berkaitan dengan bagian-bagian otak yang diaktifkan tidak selalu menyediakan banyak informasi karena setiap otak itu unik. Itu membuat fakta bahwa bagian dari korteks serebral "menyala" tidak harus berarti bahwa bagian yang bertanggung jawab untuk fungsi X telah diaktifkan.

 

Sumber: https://id.yestherapyhelps.com/the-5-main-technologies-for-the-study-of-the-brain-11316


Artikel Lain
Jenis-jenis Tumor Jinak yang Bisa Muncul di Tubuh

Tumor adalah kondisi pertumbuhan sel...
Read More

Sekilas Tentang Depresi

Tiba-tiba Anda merasa bersedih, merasa...
Read More

Gemar Lari? apa yang harus diperhatikan?

OLAHRAGA lari kini makin digandrungi...
Read More

Protein dalam Darah yang Memprediksi Alzheimer

       Penelitian yang...
Read More

Manfaat dan Resiko Minum Kopi

Read More